Di
suatu sekolahan ada dua kelompok siswa yang beranggotakan 3 orang yang terkenal
dengan kebolehannya. Salah satu kelompok bernama Black dan satunya bernama
White. Kelompok Black beranggotakan Virgina, Angelica dan Laura mereka adalah
anak-anak orang kaya yang sombong. Berbeda dengan kelompok White yang
beranggotakan Cinta, Kasih dan Nada mereka adalah anak-anak orang yang
sederhana, tetapi tidak sombong. Pada hari Kamis siang di sekolah mereka akan
mengadakan kontes dancer antar kelompok dan siapa yang menang maka mereka akan
melaju ketingkat Kabupaten. Pendaftaran akan dilaksanakan pada hari selasa,
ditempat ibu Suzy guru dance di sekolah mereka.
“ Teman-teman ayo kita
mendaftarkan diri kita ke kontes dancer itu, siapa tau kita bisa menang. “ kata
salah satu anggota dari White group
“ Idiihhh…hh dasar anak-anak
kampung acara gituan diikuti, mending langsung ditingkat Provinsi atau tingkat
Nasional sekalian ! ” ejek Black group kepada White group
Walaupun Black group mengejek
kelompoknya tetapi White tetap sabar dan melanjutkan ketempat bu Suzy. Kelompok
White dan lainnya sudah mendaftarkan diri tinggal kelompok Black. Dengan rasa
tidak malu Black group mendaftarkan diri.
“ Bu…bu kelompok kami juga ingin
ikut kontes dance itu. “ kata ketua kelompok dari Black
“ Apaan itu, tadi mengejek
sekarang ikutan sendiri dasar tak tau malu. “ kata Nada dari White group
“ Trus….truss..ss masalah buat
loe. “ kata Virgina dan Angelica dengan nada mengejek
“ Sudah-sudah! Ayo Nada lebih
baik kita pergi saja. “ bujuk kedua teman Nada
Hari yang ditunggu-tunggu sudah
tiba yaitu hari perlombaan dancer. Acara itu dihadiri kepala sekolah dan Bupati
daerah tersebut. Kelompok White dengan
pakaian yang sederhana tetapi
menarik tampil ke atas panggung. Mereka tampil sangat kompak dan bagus. Setelah
mereka giliran Black group. Black group berpakaian sangat glamour dan mewah.
Setelah semuanya selesai tinggal pengumuman terakhir siapa yang menjadi
pemenangnya.
“ Tunggu saja kalian, kalian
pasti tak akan bisa mengalahkan kami ! “ ejek Black group kepada White group
“ Jangan sok gitu, kita kan belum
tau siapa pemenangnya. “ jawab White group
“ Dan sekarang tiba saatnya pengumuman
pemenang lomba dance. Kali ini ada 2 kelompok pemenangnya. Juara kedua adalah
kelompok…kkk Black. “ jelas bu Suzy
“ Ha..ha..ha benarkan kata kita
kalau kalian tak bisa menang. Kita aja yang bagus nomor 2 apalagi kalian. “
ejek Black group
“ Dan juara pertama adalah… White
group. “ lanjut bu Suzy
“ Hore-hore kita menang. “ sorak
White group
“ Kok bisa ya mereka menang
padahal dance, kostum dan lagu mereka tak sebagus kita. “ kata anggota Black
group
“ Dance, kostum dan lagu bukan
berarti penghalang untuk terus maju. Tetapi kekompakan dan kebersamaanlah yang
mendasari semua itu. Memang kostum dan lagu kalian lebih bagus daripada White
group, tetapi kalian tidak ada kekompakannya sama sekali. “ terang bu Suzy
“ Tapikan Bu ! “ tentang Black
group
“ Tak ada tapi-tapian. Lebih baik
kalian berikan selamat pada White group yang menang. “ ajak bu Suzy
“ Idih…hh amit-amit kita kasih
selamat. Mahal tau ucapan selamat dari kita. “ ejek Black group
“ Tidak apa-apa kok bu, sudah
juara saja kita sudah bangga dan bisa membanggakan sekolah. “ kata White group
“ Kalian memang anak-anak yang baik
dan sabar ya. “ jawab bu Suzy
Karena White group menang. Black
group menjadi dendam dan marah. Mereka akan mencelakakan White group dengan
menggorok kaki kayu panggung yang akan digunakan untuk pemilihan group dance
ketingkat Provinsi.
“ Ayo cepat kita gorok kaki
panggung ini supaya si White group itu jatuh terus pada celaka dehhh…! “ kata
Angelica
“ Iya benar! Siapa suruh mereka
melebihi kita, padahal dimana-mana Black grouplah yang tersohor. “ jawab Laura
Mereka semua tidak tahu kalau
nomor undian pertama adalah kelompok mereka dan White group mendapat nomor
undian kedua.
“ Kita tampilkan group dari SMP
Nusa Indah yaitu Black group. “ kata ketua panitia
“ Mati kita! Padahal kita mau
mencelakakan White group. Kenapa malah kita yang celaka, karena jebakan
sendiri. “ kata Black group dengan nada lirih
Ketika Black group naik ke atas
panggung tiba-tiba saja panggung runtuh dan menimpa anggota Black
“ Aduh sakit sekali kakiku! “
seru Virgina
“ Pasti ini perbuatan kalian,
karena kalian tidak suka kalau kami ikut menang. Iya kan ? “ tuduh Black group
pada White group
“ Tidak ! itu tidak mungkin. Kami
senang kalau kalian juga menang. Kami tidak ada dasar untuk mencelakakan
kalian. “ jawab Kasih dan Cinta
“ Sudah stop ! kalau begitu White
group untuk sementara ini kalian tidak usah ikut kompetisi dance! “ bentak
ketua panitia
“ Ha..ha..ha rasain kalian.
Syukurinn ! “ gumam Black group
Beberapa bulan White group tidak
pernah diikut sertakan dalam kompetisi dance baik antar sekolah maupun
kabupaten.
Waktu istirahat Black group
bercanda ria di halaman belakang sekolah. Mereka akan merencanakan sesuatu
untuk mencelakakan White group. Tidak sengaja bu Suzy lewat. Bu Suzy mendengar
kalau yang menggorok kaki panggung itu bukan White group tapi Black grouplah
yang ingin mencelakakan White group.
“ Black group ! kalian ini
benar-benar keterlaluan, sudah menfitnah White group. Sekarang kalian minta
maaf pada White group ! “ bentak bu Suzy
“ Sial kita ketahuan. Ayo lebih
baik kita nurut aja sama bu Suzy. “ kata Laura
Bu Suzy mempertemukan Black group
dan White group
“ Ayo sekarang kalian minta maaf
pada White group ! “ ajak bu Suzy
“ Baiklah bu. White group kami
minta maaf kalau selama ini kita jahat pada kalian. Kalau yang menggorok kaki
panggung itu kami, karena kami ingin mencelakakan kalian. “ terang Black group
“ Sudah tidak apa-apa yang lalu
biarlah berlalu sekarang lebih baik kita bersahabat saja. “ kata White group
“ Supaya kalian tambah bagus dan
kompak lebih baik kalian bersatu menjadi group dance “ Black White “ saja
bagaimana ? “ Tanya bu Suzy pada kedua group itu
“ Setuju.” Jawab kedua group itu
“ Nah kalau gitu kan enak.
Sekarang kalian bersahabat dan buatlah bangga sekolah kita. “ kata bu Suzy
“ Baik bu kami berenam siap!”
jawab serentak mereka
Kedua group itu bersatu mereka
selalu bersahabat dalam suka maupun duka. Tidak ada lagi diantara mereka
permusuhan. Dan pada saat itu mereka bersama melaju ketingkat Internasional
kompetisi Dance.








0 komentar:
Posting Komentar